Kamis, 03 November 2011

ERP

A. PENGERTIAN ERP

Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

ERP berkembang dari manufaktur tradisional (Manufacturing Resource Planning - MRP II) yang berevolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. ERP diperkenalkan oleh Gartner Group dan telah digunakan secara luas dalam beberapa tahun belakangan ini.

Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice, dan akuntansi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas, dan sumber daya manusia. Dengan melakukan hal tersebut, system computer dapat melayani berbagai kebutuhan khusus disetiap area fungsional. Mendesain system yang melayani setiap kebutuhan khusus adalah sama dengan melakukan pembagian dalam jumlah yang sangat banyak. Dalam model tradisional, setiap area fungsional atau departemen memiliki system computer sendiri yang dapat mengoptimalkan cara departemen tersebut menjalankan bisnis rutinnya. ERP menggabungkan semua system computer tersebut ke dalam sebuah system terintegrasi yang mengakses sebuah bisnis data untuk memfasilitasi proses berbagai informasi dan untuk meningkatkan komunikasi di perusahaan.


DBMS adalah system file yang canggih tetapi agak lebih aman. Seperti juga dalam pendekatan file datar, data tetap merupakan milik aplikasi. Jadi, akan terdapat beberapa basis data yang berbeda, terpisah dan independen. Seperti juga dalam arsitektur file datar, terdapat tingkat redunansi yang dalam lingkungan basis data tertutup.

Kurangnya komunikasi yang efektif antarsistem dalam model tradisional sering kali merupakan akibat dari proses desain sistem yang terfragmentasi. Setiap system cenderung didesain sebagai solusi dari masalah operasional, bukan sebagai bagian dari strategi keseluruhan. Selain itu, karena system yang didesain secara internal tersebut berkembang secara independen dan dalam waktu lama, sering kali system tersebut dibangun berdasarkan platform teknologi yang berbeda dan tidak sesuai satu sama lain. Jadi, berbagai prosedur dan program khusus akan harus dibuat agar system mainframe lama yang menggunakan file datar dapat berkomunikasi dengan system terdistribusi yang lebih baru dan yang menggunakan basis data relasional.

Sistem ERP mendukung aliran informasi yang lancar dan tidak tampak diseluruh perusahaan, dengan menyediakan lingkungan terstandardisasi untuk berbagai proses bisnis perusahaan dan sebuah basis data operasional bersama yang mendukung berbagai macam komunikasi.

v APLIKASI INTI ERP

Fungsionalitas ERP dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok umum aplikasi, yaitu aplikasi inti dan aplikasi analisis bisnis.

1. Aplikasi Inti (core application) adalah aplikasi yang secara operasional mendukung berbagai aktivitas harian perusahaan. Jika aplikasi ini gagal, maka perusahaan juga akan demikian. Aplikasi inti umumnya akan meliputi, tetapi tidak terbatas pada, penjualan dan distribusi, perencanaan bisnis, perencanaan produksi, pengendalian pabrik dan logistik. Aplikasi inti juga disebut sebagai aplikasi pemrosesan transaksi online (OLAP). Gambar di bawah mengilustrasikan fungsi ini yang diterapkan pada suatu perusahaan manufacturing.


Fungsi penjualan dan distribusi menangani entri pesanan dan penjadwalan pengiriman. Fungsi ini meliputi pemeriksaan pada ketersediaan produk untuk memastikan pengiriman tepat waktu dan memverifikasi batas kredit pelanggan.

Perencanaan bisnis terdiri atas meramal permintaan, perencanaan produksiproduk, dan pengiriman infqrmasi terinci yang menggambarkan urutan dan tahapdari proses produksi sebenarnya. Perencanaan kapasitas dan perencanaan produksi dapat sangat rumit, karena itu beberapa ERP memberikan alat simulasiuntuk membantu manajer memutuskan bagaimana cara menghindarkan kekurangan dalam bahan baku, tenaga buruh, atau fasilitas pabrik. Begitu jadwal produksi induk lengkap, data memasuki modul MRP (Materials Requirements Planning - perencanaan kebutuhan bahan baku), yang memberikan tiga informasi kunci :

· Suatu laporan pengecualian.Laporan pengecualian mengidentifikasi situasi potensial seperti pengirimanterlambat yang akan mengakibatkan penjadwalan kembali produksi.

· sebuah daftar kebutuhan bahan baku.Daftar kebutuhan bahan baku menunjukkan rincian dari pengiriman penjualdan harapan penerimaan dari produk dan komponen yang dibutuhkan untukpesanan tersebut.

· permintaan persediaan.Permintaan persediaan digunakan untuk menimbulkan pesanan pembelianbahan baku kepada penjual untuk item yang tidak ada dalam persediaan.

Kontrol shop floor melibatkan aktivitas penjadwalan produksi terinci, pengiriman, dan biaya pekerjaan yang berhubungan dengan proses produksi sebenarnya. Aplikasi logistik bertanggung jawab untuk memastikan pengiriman tepat waktu kepada pelanggan. Ini terdiri atas manajemen persediaan dan gudang.Kebanyakan ERP juga meliputi aktivitas pengadaannya dalam fungsi logistik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar