Sabtu, 29 Mei 2010

kebijakan deviden

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Mungkin sudah banyak tahu tentang apa itu Kebijakan deviden (deviden policy),dimana kebijakan deviden merupakan bagian integral dari keputusan pembelanjaan perusahaan, dan sebagai menentukan berapa banyak laba yang harus dibayarkan (deviden) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali didala perusahaan (laba ditahan).Laba ditahan itu sendiri merupakan salah satu aspek sumber dana yang terpenting untuk menbiayai pertumbuhan perusahaan.

Beberapa Pendapat mengemukakan pendapat tentang KEBIJAKAN DEVIDEN yaitu

  1. Pendapat tentang ketidakrelevanan deviden (irrelevant theory)

Pendapat ini dikemukakan oleh Modigliani dan Miller, yang memberikan argumentasi bahwa pembagian laba dalam bentuk deviden tidak relevan dengan peningkatan kemakmuran atau kekayaan pemegang saham. Karena deviden pay out ratio hanya merupakan bagian kecil dari keputusan pendanaan perusahaan, nilai perusahaan ditentukan tersendiri oleh kemampuan aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba atau kebijakan investasi.

  1. Pendapat tentang relevansi deviden (relevant theory) Deviden adalah relevan untuk kondisi yang tidak pasti, investor dapat dipengaruhi oleh kebijakan deviden.

1.2 Identifikasi Masalah

Umumnya, Masalah yang akan disampaikan pada Makalah Kebijaka Deviden ini adalah seberapa jauh kita mengetahui apa itu Kebijakan deviden dalam menentukan suatu laba perusahaan dan cara-cara penyelesaiannya soal yang ada.

1.3 Pembatasan Masalah

Agar dapat mengetahui secara terperinci tentang Makalah ini, saya akan membatasi masalah ini,adapun masalah yang ada seperti, pengertian,macam-macam kebijakan deviden serta beberapa contoh yang ada.

1.4 Tujuan

Penyusunan makalah ini lebih disebabkan karena ambisi dan keinginan saya untuk dapat mengetahui TENTANG Kebijakan Deviden tersebut,masalah dan bagaimana penyelesaian dala menentukan laba perusahaan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tentang Kebijakan Deviden

Kebijakan Deviden adalah Merupakan suatu kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan (deviden)kepada pemegang saham dan juga berapa banyak yang harus ditanam kembali. Kebijakan deviden ini harus dianalisa dala kaitannya dengan keputusan keputusan pembelanjaan atau penentuan struktur modal secara keseluruhan.

Pendapatan bagi pemegang saham yang akan dibayarkan pada setiap akhir periode sesuai dengan persentasenya disebut dengan Deviden.dan persentase dari laba yang akan dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham juga disebut dengan “ Deviden Payout Ratio” (DPR).

2.2 Macam –Macam Kebijakan Deviden

  1. Kebijakan Deviden yang fleksibel, Merupakan besarnya setipa tahun yang disesuaikan dengan posisi financial dan kebijakan financial dari perusahaan yang bersangkutan tersebut
  2. Kebijakan Deviden yang stabil, merupakan jumlah devideb per lembar dibayarkan nsetiap tahun tetap selama jangka waktu tertentu meskipun pendapatan per lembar saham per tahunnya berfluktuasi.
  3. Kebijakan Deviden dengan penetapan jumlah deviden minimal ditambah jumlah ekstra tertentu. Merupakan kebijakan yang menentukan jumlah rupiah minimal deviden per lembar saham setiap tahunnya apabila keuntungan perusahaan lebih baik akan membayar deviden ekstra
  4. Kebijakan Deviden dengan penetapan deviden payout ratio yang konstan, merupakan kebijakan yang member deviden yang besarnya mengikuti besarnya laba yang diperoleh oleh perusahaan

2.3 Faktor –Faktor mempengaruhi kebijakan deviden.

Adapun beberapa factor-faktor yang sesungguhnya terjadi& harus dianalisis dalam kaitannya dengan kebijakan deviden

1. Kebutuhan Dana Perusahaan, Merupakan factor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan kebijakan deviden yang akan diambil, yaitu aliran kas perusahaan yang diharapkan,pengeluaran modal dimasa dating yang diharapkan, kebutuhan tambahan piutang dan persediaan.

2. Likuitidas,

Likuiditas perusahaan sangat besar pengaruhnyaterhadap investasi perusahaan dan kebijakan pemenuhan kebutuhan dana.deviden bagi perusahaan merupakan kas keluar maka semakin besar posisi kas dan likuiditas perusahaan.

3. Kebutuhan Pelunasan Hutang

Apabila perusahaan mengambil hutang untuk membiayai ekspansi atau untuk mengganti jenis pembiayaan yang lain,perusahaan tersebut menghadapi 2 pilihan, yaitu membiayai hutang pada saat jatuh tempo atau menggantikan dengan jenis surat berharga yang lain.

4. Tingkat Ekspansi Aktiva, yaitu semakin cepat suatu perusahaan berkembang,semakin besar kebutuhannya untuk membiayai ekspansi aktivanya.

5. Stabilitas Laba, yaitu suatu perusahaan yang mempunyai laba stabil sering kali dapat memperkirakan berapa besar laba di masa yang akan datang, dalam hal ini perusahaan cenderung membayarkan “deviden payout ratio”, dari pada perusahaan yang labanya berfluktuasi,deviden yang lebih rendah akan lebih mudah untuk dibayar apabila laba menurun pada masa yang akan datang.

Saham biasa (common stock) adalah surat berharga dalam bentuk piagam atau sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak dan kewajiban menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan.

Agio saham merupakan selisih lebih harga jual saham dengan nilai saham nominal

2.4 KEBIJAKAN STOCK DEVIDEN

Merupakan kebijakan yang pembayaran devidennya kepada pemegang saham dalam bentuk saham.

Rumus yang digunakan dalam penghitungan Stock Deviden

Stock deviden ( SD) : % SD x Jumlah lembar


2.5 KEBIJAKAN STOCK SPLITS

Merupakan Pemecahan nilai nominal saham ke dalam nilai nominal yang lebih kecil, dengan demikian jumlah lembar saham yang beredar akan meningkatkan proporsional dengan penurunan nilai nominal saham.

Dalam Tujuan dari Stock splits adalah untuk menempatkan harga pasar saham dalam trading range tertentu. Adapun rumus yang digunakan yaitu :

b a

a x jumlah lembar saham b x nilai nominal

2.6 KEBIJAKAN REVERSE SPLITS

Merupakan kebijakan untuk menurunkan jumlah lembar saham dengan cara pengurangan jumlah lembar saham menjadi lembar yang lebih sedikit dengan penambahan harga nominal per lembar secara proposional

a b

b x jumlah lembar saham a x nilai nominal

2.7 RUMUS-RUMUS yang digunakan dala perhitungan Kebijakan deviden.

Ø Stock Deviden (SD) : %SD x Jumlah lembar saham

Ø Saham biasa (SB) : Harga nominal x (SD+jumlah lembar saham) atau

Ø Saham biasa baru : SB lama + (SD x HN)

Ø Agio saham (AS) : AS Lama + (SD(HP-HN)), Jika nilai HP > hn

AS lama – (SD(HN-HP)), Jika nilai HP<>

Ø Laba yang ditahan : LYD lama –( SD x HP)

2.8 Beberapa Contoh Soal kebijakan dan cara Penyelesaiannya dan analisanya

  1. Sebuah perusahaan mempunyai struktur modal sebagai berikut :

Saham biasa ( @7000, 1000.000 lbr) = Rp.7.000.000.000

Agio saham = Rp. 3.500.000.000

Laba ditahan = Rp. 8.000.000.000 +

=Rp.18.500.000.000

Stock deviden 7%, dengan harga pasar Rp.12.000.000, ditanya tentukan struktur modal perusahaan setelah adanya stock deviden??????????????

Jawab :

Stock deviden = 7% x 1000.000 = 70.000

Agio saham = 3.500.000.000 + 70.000(12.000 – 7000)

= 3.500.000.000 + 350.000.000 = 3.850.000.000

Laba yang ditahan = 8.000.000.000 – 70.000 (12.000)

= 8.000.000.000 – 840.000.000 = 7.160.000.000

Jadi, Saham Biasa (@7000,1.070.000) = 7.490.000.000

Agio saham = 3.850.000.000

Laba yang ditahan =7.160.000.000 +

18.500.000.000

2. diketahui PT.GEMILANG mempunyai struktur modala senagai berikut

Saham biasa (@1100,9000) = 9.900.000

Agio saham = 1.500.000

Laba yang ditahan = 5.100.000 +

Modal sendiri = 16.500.000

Ditanya jika Perusahaan melakukan

  1. Stock deviden 15% dari lembar saham biasa sedangkan harga pasar 1000/lembar.Tentukan struktur modal baru setelah dilakukan stock deviden
  2. Stock splits “ two to three”
  3. Reverse splits “ one to five”

Jawab :

  1. Stock deviden = 15% x 9000 = 1350

Saham biasa = 1.100 x (1350+9000)= 11.385.000

Agio saham = 1.500.000 +(1350(1000-1100)

=1.500.000 +(-135.000) = 1.365.000

Laba yang ditahan = 5.100.000 – (1350x1000)

= 5.100.000 – 1.350.000 = 3.750.000

Jadi struktur modal,yaitu

Saham biasa (@1100, 10.350) = 11.385.000

Agio saham = 1.365.000

Laba yang ditahan = 3.750.000

Jumlah modal sendiri = 16.500.000

Analisa, yaitu jika perusahaan melakukan stock deviden sebesar 15%, maka jumlah lembar saham akan bertambah sebanyak 1350 lembar,begitu juga dengan agio saham akan bertambah menjadi Rp. 1.365.000 dan laba yang ditahan pun akan berkurang menjadi Rp. 3.750.000.

  1. Stock splits “two to three”

Jumlah lembar saham nilai nominal

= 2 × 9000 = 6000 = 3 x 1100 = 1650

3 2

Jadi struktur modal,yaitu

Saham biasa (@1650, 6000) = 9.900.000

Agio saham = 1.500.000

Laba yang ditahan = 5.100.000

Jumlah modal sendiri = 16.500.000

Analisa, yaitu jika perusahaan melakukan stock splits “two to three” maka jumlah lembar saham akan bertambah sebanyak 6000 lembar,sedangkan nilai nominal akan berkurang menjadi Rp.1650 per lembar

  1. Reverse splits “one to five”

Jumlah lembar saham nilai nominal

= 1 × 9000 = 1800 = 5 x 1100 = 5.500

5 1

Jadi struktur modal,yaitu

Saham biasa (@5.500, 1.800) = 9.900.000

Agio saham = 1.500.000

Laba yang ditahan = 5.100.000

Jumlah modal sendiri = 16.500.000

Analisa, yaitu jika perusahaan melakukan reverse splits “one to five” maka jumlah lembar saham akan berkurang sebanyak 1800 lembar,sedangkan nilai nominal akan bertambah menjadi Rp.5.500 per lembar

BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Jadi, Kebijakan Deviden adalah Merupakan suatu kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan (deviden)kepada pemegang saham dan juga berapa banyak yang harus ditanam kembali. Kebijakan deviden ini harus dianalisa dala kaitannya dengan keputusan keputusan pembelanjaan atau penentuan struktur modal secara keseluruhan.

Laba ditahan itu sendiri merupakan salah satu aspek sumber dana yang terpenting untuk menbiayai pertumbuhan perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://id.wikipedia.org/wiki/saham_biasa

2. www.google.com

3. Dari fotokopian Manajemen Keuangan/kebijakan deviden

4. Miswanto,Manajemen Keuangan 2,edisi 1998

1 komentar: